• Thu. Oct 6th, 2022

Selamat datang pada Portal Resmi Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan

Telepon / Handphone : (021) 78848685 / 0812 83838566

RESTORATIVE JUSTICE

BySeksi Pidana Umum

Sep 7, 2022

Restorative Justice Kasus Pencurian 1 Unit Handphone Disetujui

Jakarta Selatan – Seorang pria bernama Aldi Ariyanto alias Aldi (31) akhirnya bisa bernapas lega setelah perkara yang melibatkan dirinya dihentikan oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan melalui prosedur Restorative Justice. Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Syarief Sulaeman Nahdi S.H.,M.H, menerangkan bahwa usulan Restorative Justice disampaikan kepada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum karena adanya upaya perdamaian dari kedua belah pihak. Kronologi kejadian juga diuraikan secara singkat oleh Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan dalam vicon tanggal 05 September 2022 mengenai Restorative Justice untuk perkara ini. “Bahwa awalnya ketika tersangka berada di warung sate taichan milik saksi Zaldi Zulkifli di Jalan Gandaria I Kel. Kramat Pela Kec. Kebayoran Baru Jakarta Selatan, tersangka melihat 1 (satu) unit handphone Realmi C17 6/256 warna hijau berikut sim card nya milik saksi korban Muhammad Iqbal Wijaya yang tergeletak di atas gerobak, saat itu tersangka melihat saksi korban tidur, kemudian timbul niat tersangka mengambil handphone tersebut, selanjutnya tersangka membawa Hanphone tersebut ke Tanah Abang dengan meminjam sepeda motor milik Syahrul, dan di Tanah Abang tersangka menemui Fahrul (DPO) dan meminta Fahrul untuk menjualkan Handphone tersebut seharga Rp.500.000.- (lima ratus ribu rupiah), kemudian tersangka kembali ke tempat jualan saksi korban, saat itu saksi korban tersadar handphone miliknya tidak ada diatas gerobak sate taichan yang selanjutnya menanyakan kepada tersangka dan tersangka digeledah ditemukan sim card milik saksi korban.” Pada saat dilaksanakan proses perdamaian di kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan pada hari Senin tanggal 29 Agustus 2022, korban menerima permohonan maaf dari tersangka dengan syarat tersangka mengganti hanphone korban dengan yang baru dan yang mengganti handphone milik korban adalah adik tersangka. Proses Perdamaian akan dilaksanakan sampai dengan hari ke-14 (empat belas) sejak tanggal penerimaan dan penelitian tersangka dan barang bukti (tahap II) di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan yaitu sejak tanggal 23 Agustus 2022 sampai dengan tanggal 05 September 2022.

Leave a Reply

Your email address will not be published.